LUXURY LIVING

mobil listrik

Mobil Listrik dan Ketersediaan Charging Station di Jakarta

Mobil listrik sedang jadi tren di seluruh dunia dan diyakini bakal terus meningkat penjualannya. Namun, peralihan ke era elektrifikasi tak semudah membalikkan telapak tangan. Tak sedikit konsumen mobil yang belum menyadari keunggulan kendaraan listrik.

Setidaknya ada lima alasan mengapa orang perlu memilih mobil listrik : tentunya karena alasan lingkungan; mobil listrik lebih sedikit komponen suku cadangnya; lebih mudah perawatannya; dengan mobil listrik, pemiliknya bisa lebih menghemat uang; pengeluaran penggunaan kendaraan listrik lebih murah ketimbang membeli bensin; terakhir, keuntungan dari mobil listrik adalah mendapatkan insentif non-fiskal. Misalnya kemudahan parkir bahkan bebas pembatasan kendaraan seperti ganjil genap.

Pemerintah DKI Jakarta membebaskan tarif Bea Balik Nama (BBN) untuk kendaraan listrik. Dengan adanya pembebasan tarif BBN, maka dipastikan harga kendaraan listrik di wilayah DKI Jakarta akan turun dari harga sebelumnya. Namun kebijakan itu saja disebut belum cukup untuk membuat masyarakat berpaling ke kendaraan listrik. Salah satunya adalah dukungan infrastruktur utama : fasilitas pengisian daya (charging stastion).

baca juga : Verde Two, apartemen pertama di Jakarta yang memiliki fasilitas charging station untuk mobil listrik

Persebaran SPLU untuk Mobil Listrik

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero mengklaim telah membangun sebanyak 1.900 Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) di wilayah DKI Jakarta. Pembangunan stasiun bahan bakar tersebut sebagai bagian dari upaya perusahaan mendorong penggunaan kendaraan listrik di wilayah ibu kota. Adapun nilai investasi untuk satu unit stasiun pengisi daya kendaraan listrik sekitar Rp 500-600 juta.

Saat ini total SPLU di seluruh Indonesia mencapai kurang lebih 3 ribu titik. Ke depan, perusahaan juga bakal menyediakan SPLU untuk Transjakarta. Dalam waktu dekat, akan ada beberapa SPLU yang diresmikan di sejumlah kota, seperti Banten, Bandung, dan Bali. Kendati demikian, pemilik kendaraan listrik sebenarnya tak harus mengisi daya di SPLU, tetapi dapat dilakukan di rumah seperti halnya saat mengisi daya ponsel.

Di Jakarta ada empat titik SPKLU dengan spesifikasi ultra fast charging (125 kW), fast charging (50 kw), dan normal charging (25 kW). SPKLU ultra fast charging dapat mengisi daya dari 0 hingga penuh dalam waktu 15 menit. Adapun fast charging butuh waktu 30-40 menit untuk pengisian baterai kendaraan listrik hingga penuh. Sedangkan untuk isi daya di SPKLU medium fast charging butuh waktu antara 2 hingga 4 jam. “PLN Disjaya akan menjadi lokasi untuk dua SPKLU, ultra fast charging dan fast charging.

Karena proses isi daya kendaraan listrik bisa makan waktu cukup lama, beberapa pusat perbelanjaan dipilih sebagai lokasi SPKLU. DI Jakarta misalnya, PLN juga mendirikan dua SPKLU di Senayan City dan Pondok Indah Mall.

Open chat
Chat with us